Pilih Bahasa  
Book's Detail
PRIORITAS PRODUKSI KEBERADAAN BPJS KESEHATAN SYARIAH (STUDI DI WILAYAH KOTA BEKASI DAN KABUPATEN BEKASI)

Penelitian ini memiliki tujuan : 1) Menganalisis hambatan yang akan terjadi terkait dengan produksi BPJS syariah. 2) Menganalisis solusi terkait hambatan yang akan di hadapi oleh produksi BPJS syariah, jika diproduksi di Indonesia . Dan 3) Alternatif layak di digunakan atau tidaknya keberadaan BPJS Kesehatan Syariah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang ditransformasi menjadi penelitian kuantitatif dengan metode Analytic Network Process (ANP).
Dalam metodologi ANP, data yang digunakan merupakan data primer yang didapat dari hasil wawancara (in-depth interview), dengan para informan yaitu Ketua MUI ranting Kecamatan Tarumajaya, Kepala Puskesmas Kecamatan Tarumajaya , Dosen Akademi Kebidanan sebagai calon user dan perwakilan BPJS Kesehatan itu sendiri, seluruh informan tersebut dianggap sebagai pakar sekaligus praktis yang memiliki pemahaman tentang permasalahan yang dibahas. Data siap olah dalam ANP adalah variabel-variabel penilaian responden terhadap masalah yang menjadi objek penelitian dalam skala numerik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas masalah Produksi BPJS Syariah di Indonesia yaitu ketidak pahaman masyarakat dengan angka prioritas 0,29221, hal ini manjadi prioritas yang sangat serius . Lalu prioritas selanjutnya yang dianggap penting Memungkinkan tidak ada masalah dengan angka prioritas 0,24969 kemudian sosialisasi dengan angka prioritas 0,24376, dan kemudian Kenaikan iuran akan lebih mahal dengan angka prioritas 0,21368 dan ke Empat informan tersebut berkontribusi untuk mengetahui seberapa besar prioritas masalah pada BPJS Syariah. Sementara untuk Hasil penelitian di sektor prioritas solusi memanfaatkan potensi yang ada dengan angka prioritas 0,39572 nilai prioritas tersebut meneunjukah bahwa kriteria ini sangat penting dari tiga kriteria lainnya lalu peninjauan ulang dengan angka prioritas 0,32830 kriteria ini dianggap penting tetati bukan yang utama lalu Kerjasama dengan para ulama angka prioritas 0,14533 dan kriteria Transparansi dengan angka prioritas 0,13064 menunjukan bahwa kriteria ini penting tetapi tidak krusial. Dari nilai Mean tersebut membuktikan Setiap informan memiliki prioritas strategi yang berbeda-beda, sehingga alternatif yang diambil oleh para informan Prioritas Produksi BPJS Syariah dapat digunakan dengan nilai prioritas 0,53372 dibandingkan dengan prioritas tidak digunakan 0,46628.

Pernyataan Tanggungjawab
Pengarang Andriansyah, Muhamad - Personal Name
Pembimbing 1 Hulmansyah
Pembimbing 2 Huda, Nurul
Pembimbing 3
Edisi
No. Panggil T-21-MM
ISBN/ISSN
Subyek BPJS
PRIORITAS MASALAH
Klasifikasi
Judul Seri -
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Universitas YARSI
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Jakarta
Deskripsi Fisik
Abstrak / Info Detil Spesifik
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...