Pilih Bahasa  
Book's Detail
HUBUNGAN ANTARA GEJALA POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) DENGAN RESILIENSI TERHADAP TRAUMA PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG PERNAH TERPAPAR KEKERASAN SERTA TINJAUANNYA DALAM ISLAM

-

Pernyataan Tanggungjawab
Pengarang Paramitha, Renada Gita - Personal Name
Pembimbing 1 Kusristanti, Chandradewi
Pembimbing 2 Zuhroni
Pembimbing 3
Edisi
No. Panggil S-284-PSI
ISBN/ISSN
Subyek
Klasifikasi PSIKOLOGI
Judul Seri -
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Pustaka Sarana Kajian
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Jakarta
Deskripsi Fisik
Abstrak / Info Detil Spesifik Kasus kekerasan di Indonesia meningkat menjadi 2.117 kasus selama tahun 2017. Kekerasan merupakan suatu bentuk peristiwa traumatis. Individu dewasa awal yang terpapar kekerasan memiliki gejala PTSD yang paling tinggi dibandingkan dengan individu pada tahap usia dewasa lainnya. Akan tetapi, individu yang resilien mampu untuk beradaptasi secara positif meskipun mengalami trauma. Resiliensi terhadap trauma mengacu pada suatu fenomena, yang membantu individu untuk dapat berfungsi kembali setelah mengalami peristiwa atau kejadian kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gejala PTSD dengan resiliensi terhadap trauma pada individu dewasa awal yang pernah terpapar kekerasan. Sejumlah 51 laki-laki dan 54 perempuan yang pernah terpapar kekerasan menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pengukuran gejala PTSD dilakukan menggunakan alat ukur PTSD Checklist – Civilian Version dan pengukuran resiliensi terhadap trauma dilakukan menggunakan alat ukur Trauma Resilience Scale. Penelitian ini menemukan adanya korelasi signifikan antara gejala PTSD dengan resiliensi terhadap trauma (p=.000, r=-.564**). Artinya, semakin minim gejala PTSD yang dimiliki individu, maka ia semakin mampu untuk resilien terhadap trauma, dan sebaliknya. Menurut perspektif Islam, gejala PTSD dapat diartikan sebagai suatu cobaan dan ujian dari SWT, akan tetapi keadaan individu setelah ter
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...