Pilih Bahasa  
Book's Detail
METODE MULTISENSORI UNTUK MENANGANI GANGGUAN MEMBACA PADA ANAK DISLEKSIA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Disleksia merupakan bentuk gangguan belajar spesifik yang umumnya ditemukan pada anak usia sekolah. Anak disleksia mengalami kesulitan membaca atau mengenali huruf (decoding) tetapi memiliki inteligensi rata-rata (normal) atau di atas rata-rata. Prevalensi penyandang disleksia di Indonesia tidak diketahui karena belum ada penelitian secara menyeluruh mengenai disleksia tersebut. Padahal diperlukan deteksi dini untuk mengenali tanda dan gejala anak disleksia agar dapat ditangani dengan baik.
Tujuan pembuatan skripsi ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai metode multisensori dalam menangani gangguan membaca pada anak disleksia ditinjau dari kedokteran dan Islam.
Menurut pandangan kedokteran, disleksia dapat disebabkan oleh gangguan fonologi, defisit auditori, gangguan pada serebelum, dan akibat faktor genetik/keturunan. Akibatnya anak sulit untuk mengenali huruf (bentuk dan bunyinya), mengeja, membaca kata atau kalimat, dan sering tertukar huruf yang mirip (p dengan q, m dengan w). Penanganan khusus untuk anak disleksia salah satunya dengan metode multisensori. Metode multisensori mengajarkan anak mengeja tidak hanya berdasarkan apa yang didengarnya lalu diucapkan kembali, tetapi juga memanfaatkan kemampuan memori visual (penglihatan) serta taktil (sentuhan) dengan cara yang menyenangkan. Metode ini dapat diterapkan pada anak usia 5-7 tahun dengan atau tanpa kesulitan belajar. Di Indonesia ada software khusus untuk anak disleksia yaitu LexiPal yang mengadopsi metode multisendori sehingga memudahkan orang tua mengajarkan anaknya belajar di rumah. Metode multisensori terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia karena seluruh indera anak terstimulasi dengan baik.
Menurut pandangan Islam, metode multisensori untuk menangani gangguan kemampuan membaca pada anak disleksia diperbolehkan dan sangat dianjurkan. Selain itu, metode ini dapat memperbaiki kualitas hidup sang anak di masa yang akan datang.
Kedokteran dan Islam sepakat bahwa metode multisensori boleh diterapkan sebagai metode pengajaran untuk anak disleksia dalam menangani gangguan membacanya.
Kepada para peneliti, dokter, ulama dan masyarakat diharapkan dapat mencari dan memberikan informasi mengenai metode multisensori untuk membantu proses membaca anak disleksia.

Pernyataan Tanggungjawab
Pengarang Trisiawany, Nindi - Personal Name
Pembimbing 1 Wan Nedra Komaruddin
Pembimbing 2 Siti Marhamah
Pembimbing 3
Edisi
No. Panggil S-6235-FK
ISBN/ISSN
Subyek DISLEKSIA
Klasifikasi S-6235-FK
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Universitas YARSI
Tahun Terbit 2016
Tempat Terbit Jakarta
Deskripsi Fisik viii, 40 hlm., 28 cm
Abstrak / Info Detil Spesifik
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...