<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35334">
<titleInfo>
<title>PERAWATAN KEBIASAAN BURUK ORAL BRUKSISME MENGGUNAKAN BOTULINUM TOXIN (LITERATURE REVIEW)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nataprawira, Rizki</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kebiasaan merupakan suatu pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dilakukan secara berulang untuk hal yang sama dan merupakan tahap perkembangan yang normal. Klasifikasi kebiasaan dalam rongga mulut salah satunya oral habits non fisiologis yang menyebabkan tekanan dan kecenderungan menetap dan dilakukan secara terus-menerus menjadi suatu kebiasaan buruk (bad oral habits). Kebiasaan buruk pada rongga mulut salah satunya adalah bruksisme. Bruksisme disebabkan salah satunya karena kontraksi otot yang berlebihan pada otot penggunyahan. Penggunaan botulinum toxin dapat dijadikan sebagai alternatif perawatan kebiasaan buruk oral bruksisme karena dapat mengurangi hiperaktivitas dari kinerja otot masseter dan otot temporalis yang menyebabkan gangguan dari segi fungsional maupun estetik. Kajian analisis literature review ini bertujuan untuk mengetahui perawatan dengan botulinum toxin efektif untuk kebiasaan buruk oral bruksisme. Hasilnya adalah botulinum toxin dapat dijadikan sebagai alternatif perawatan dan efektif untuk menangani kebiasaan buruk oral bruksisme walaupun dibutuhkan injeksi secara berkala dalam perawatannya. Kajian ini membuktikan, Allah SWT menciptakan sesuatu beserta manfaatnya, walaupun dari toksin yang awalnya berbahaya untuk manusia, namun mengikuti perkembangan zaman, perawatan ini memiliki banyak manfaat untuk bruksisme dan berdasarkan kaidah fiqih penggunaannya diperbolehkan.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>S-218-KG</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S-218-KG</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 2 - Lt2 (Fakultas Kedokteran Gigi)</sublocation>
<shelfLocator>S-218-KG</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8797" url="http://digilib.yarsi.ac.id/9234/" path="/http://digilib.yarsi.ac.id/9234/" mimetype="text/uri-list">PERAWATAN KEBIASAAN BURUK ORAL BRUKSISME MENGGUNAKAN BOTULINUM TOXIN (LITERATURE REVIEW)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>35334</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 15:17:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 15:17:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>