<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35164">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA DEMAM TIFOID DI PUSKESMAS SEKUPANG BATAM DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NASIR, PRATIWI ASTRID ANGGRAENY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Demam tifoid merupakan masalah kesehatan khususnya di Indonesia tersangka demam tifoid menunjukan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun, namun komplikasi dan angka kematian sudah menurun dengan diagnosis cepat dan pemberian antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik di Puskesmas Sekupang Batam dan ditinjau dalam pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien rawat jalan Puskesmas Sekupang Batam periode 1 Juni – 31 Desember 2015. Hasil penelitian adalah antibiotik yang diberikan pada pasien demam tifoid di Puskesmas Sekupang Batam yaitu yang paling besar adalah Kloramfenikol, diikuti dengan Thiamfenikol dan Amoksilin. Penggunaan antibiotik merupakan salah satu metode untuk menyembuhkan demam tifoid, oleh sebab itu harus digunakan secara benar yaitu dengan bahan yang halal dan meyakini bahwa yang menyembuhkan penyakit Allah SWT. Salah satu gejala demam tifoid adalah demam yang merupakan penghapus dosa, oleh sebab itu sebagai manusia harus sabar dalam menerimanya.</note>
<subject authority=""><topic>TYPHOID</topic></subject>
<subject authority=""><topic>ANTIBIOTICS</topic></subject>
<classification>S-6198-FK</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>S-6198-FK</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S-6198-FK</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran)</sublocation>
<shelfLocator>S-6198-FK</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6980" url="http://digilib.yarsi.ac.id/9062/" path="/http://digilib.yarsi.ac.id/9062/" mimetype="text/uri-list">PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA DEMAM TIFOID DI PUSKESMAS SEKUPANG BATAM DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>35164</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-22 11:00:41</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-22 11:01:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>