<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34889">
<titleInfo>
<title>Kebutuhan Nutrisipada Lansia yang Terkena Diabetes Melitus Tipe 2</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Qomariyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Salsabila, Hasna</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik kronis dimana pancreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efisien. Terapi nutrisi yang baik dapat di jadikan terapi yang efektif pada penderita diabetes melitus. Banyak pasien dan tenaga kesehatan tidak sadar dengan pentingnya terapi nutrisi sebagai kompenen yang efektif dari semua rencana terapi. Ny. DS, 64 tahun datang dengan keluhan lemas dan tubuhnya tidak bertenaga sejak 4 hari yang lalu. Pasien selama ini hanya merasa sakit batuk pilek dan sembuh ketika berobat. 3 bulan lalu pasien didiagnosis diabetes melitus. Ayah pasien terkena hipertensi, ibu dan kakak pasien terkena diabetes melitus. Pasien mengaku banyak makan dengan pola makan 4-5 kali sehari. Pasien sudah mengurangi makan-makanan nasi atau umbi – umbian, mengganti gula dengan gula khusus diabetes melitus. Pasien tidak pernah berolahraga dan tidak merokok. Pasien minum obat metmorfin 3x500 mg secara teratur tapi tidak tepat waktu karena lupa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sensibilitas raba (kapas/monofilament) (-)/(-). Pemeriksaan penunjang didapatkan Gula dara sewaktu : 389 mg/dL. Pasien diabetes membutuhkan terapi nutrisi yang baik. Banyak pasien dan dokter tidak sadar akan pentingnya terapi nutrisi yang efektif dari terapi lainnya. Pengaturan pola makan yang di rekomendasikan yaitu 20% pagi, 30% siang, dan 25% sore. 10-15% diberikan 2-3 porsi makanan ringan. Komposisi makanan yang diberikan berupa karbohidrat, lemak, protein, serat dan pemanis alami sesuai anjuran yang diberikan. Selain itu, faktor yang mempengaruhi kebutuhan kalori basal harus dihitung dengan baik.</note>
<subject authority=""><topic>DIABETES MELLITUS</topic></subject>
<subject authority=""><topic>NUTRITION</topic></subject>
<subject authority=""><topic>ELDERLY</topic></subject>
<classification>M-465-FK</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>M-465-FK</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">M-465-FK</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran)</sublocation>
<shelfLocator>M-465-FK</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>hasna.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>34889</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-09 12:35:21</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-09 12:35:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>