<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34687">
<titleInfo>
<title>KLASIFIKASI DAN TATALAKSANA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wardhana, Arroyan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Andhika, Virta</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>iii, 20 hlm., 28 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Gangguan pendengaran atau tuli bukan saja merupakan masalah kesehatan perorangan namun menimbulkan masalah psikologis dan kesehatan komunitas. Gangguan pendengaran seringkali menimbulkan masalah sosial mengingat erat kaitannya tuli dengan tanda-tanda penuaan, rasa malu dan berkurangnya kualitas hidup seseorang. Berbeda dengan menurunnya penglihatan yang dapat diatasi dengan kacamata, yang dengan mudah dapat diterima masyarakat, masih menjadi stigma di masyarakat sehingga sering menyebabkan tekanan psikologis bagi penderitanya dan para pengguna alat bantu mendengar.
Prevalensi kasus gangguan pendengaran 1 : 10.000 jiwa pertahun, tidak di pengaruhi jenis kelamin dan usia. Namun kebanyakan kasus ditemukan pada usia 30-60 tahun. Biasanya unilateral, hanya 1.7% - 2% yang bilateral. Apabila menyangkut anak-anak, gangguan pendengaran menyebabkan konsekuensi yang berat. Diluar kehilangan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi secara utuh, anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan psikologi karena ketidakmampuan berkomunikasi secara emosional dengan lingkungannya. Sementara bagi orang dewasa, ketulian sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang sehingga sulit bekerja, berkomunikasi, dan bersosialisasi yang dapat menimbulkan masalah sosial. Karenanya penting untuk mengenal, mendiagnosis secara dini dan menangani secara tepat penderita gangguan pendengaran sehingga meningkatkan kualitas hidup penderita.</note>
<subject authority=""><topic>HEARING DISORDERS</topic></subject>
<subject authority=""><topic>SOCIAL PROBLEM</topic></subject>
<classification>M-461-FK</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>M-461-FK</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">M-461-FK</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran)</sublocation>
<shelfLocator>M-461-FK</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3495" url="" path="/Buku Klasifikasi dan Tata Laksana.pdf" mimetype="application/pdf">halaman judul</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>Arroyan_Wardhana.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>34687</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-05 09:33:05</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-05 09:34:34</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>