<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34668">
<titleInfo>
<title>REAKTUALISASI DAN REINTERPRETASI THIBB NABAWI</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zuhroni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Di kalangan masyarakat muslim, bahkan di luar Islam, masih ada berbagai pandangan kontroversial menyangkut eksistensi pengobatan nabi. Sistem pengobatan Nabi termasuk bagian dari sunnah Nabi yang bersifat syar’i atau sebatas warisan budaya non-syar’i. Fakta yang menjadi sebab munculnya pandangan yang berbeda tersebut, karena dalam sunnah terdapat sejumlah tuntunan menyangkut pengobatan, bahkan terdapat sejumlah kasus, terutama yang dianggap termasuk jenis kedokteran medis. Namun hal-hal tersebut, jika dipraktikkan dewasa ini, di mana kemajuan teknologi bidang kedokteran maju sedemikan pesat. Hal-hal yang terkait dengan kedokteran, sebagaimana terdapat dalam sunnah, tentu sangat aktual di masa itu. Untuk konteks dewasa ini, banyak yang dipersoalkan. Bahkan ada sejumlah kasus yang terdapat dalam Thibb Nabi sering dipermaslahkan diukur dengan logika medis modern. Efek dari pendangan tersebut merembet pada klaim bahwa hadits yang terkait dengan itu cacat. Padahal menilik dari sisi periwayatannya sangat valid. Di sisi lain, ada keyakinan bahwa hadits yang valid tidak mungkin salah. Di sinilah persoalannya, mungkinkan menolak hadits yang valid disebabkan karena secara logika empiris bertentangan dengan logika kedokteran. Atau harus ada upaya serius dan mendalam untuk membuktikan kebenarannya.
Ada sejumlah hadis shahih sepintas mengundang kontroversial karena dinilai tidak sejalan dengan logika IPTEK, nampaknya untuk memahaminya secara akurat dan tepat diperlukan reinterpretasi, sebagian telah dijawab secara mengagumkan namun ada pula yang masih menjadi misteri, perlu penelitian dan pemahaman lebih mendalam. Hanya dengan pemahaman yang teliti, cermat, dan mendalam akan ditemukan kesesuaian ketentuan dalam hadis Nabi maupun ayat Al-Qur’an dengan teori kedokteran modern, sehingga terkuak kebenaran dan aktualitas wahyu Ilahi yang berlaku sepanjang zaman dan menjadi rahmat bagi penghuni dunia ini.</note>
<subject authority=""><topic>ISLAM DAN PENGOBATAN</topic></subject>
<classification>M-193-AG</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>M-193-AG</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">M-193-AG</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran)</sublocation>
<shelfLocator>M-193-AG</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3033" url="" path="/Cover REAKTUALISASI - Zuh.pdf" mimetype="application/pdf">halaman judul</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="3034" url="" path="/Cover REAKTUALISASI - Zuh.pdf" mimetype="application/pdf">abstrak</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>REAKTUALISASI_DAN_REINTERPRETASI_THIBB_NABAWI.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>34668</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-10 10:07:58</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-10 10:08:50</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>