<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="22016">
<titleInfo>
<title>Efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab gingivitis secara in vitro dan tinjauannya dalam Islam</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Perwira, Erga Setya </namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Masyarakat Indonesia sudah mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat. Penggunaan obat herbal cenderung meningkat dengan adanya pemikiran untuk menggunakan bahan obat yang alami serta menghindari penggunaan obat modern yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas ekstrak daun sirsak sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Total sampel yang digunakan sebanyak 32 sampel dengan 4 kali pengulangan pada setiap kelompok, berdasarkan rumus Federer. Teknik yang digunakan dengan mengukur diameter daerah yang bening/tidak ditumbuhi bakteri disekitar cakram uji menggunakan jangka sorong. Hasil uji One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan zona hambat pada setiap kelompok yang signifikan (p= 0,000 &#60; 0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu kadar konsentrasi minimum ekstrak daun sirsak sebagai antibakteri adalah 80%, sedangkan pada konsentrasi ekstrak 100%, didapatkan zona hambat dengan diameter (mm) terbesar dibandingkan dengan kelompok konsentrasi ekstrak lainnya. Penelitian ini sudah membuktikan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu memiliki kegunaannya masing-masing, dalam hal ini daun sirsak bermanfaat untuk digunakan sebagai antibakteri.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>S-121-KG</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S-121-KG</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran Gigi)</sublocation>
<shelfLocator>S-121-KG</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7989" url="http://digilib.yarsi.ac.id/4711/" path="/http://digilib.yarsi.ac.id/4711/" mimetype="text/uri-list">Efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab gingivitis secara in vitro dan tinjauannya dalam Islam</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>22016</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-07-11 09:21:02</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-10-27 09:05:07</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>