<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="22015">
<titleInfo>
<title>Identifikasi gelatin dalam obat kumur yang beredar di Indonesia menggunakan attenuated total reflection-fourier transform infrared (ATR-FTIR)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Isra, Nelvi </namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemeliharaan kesehatan rongga mulut dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi dan berkumur dengan obat kumur. Obat kumur mengandung beberapa komposisi, salah satunya adalah pengemulsi, yang berfungsi untuk menyatukan bagian air dan bagian minyak menjadi suatu cairan yang homogen. Pengemulsi dapat bersumber dari babi, sapi, dan ikan. Adanya kandungan babi di dalam suatu produk akan membuat produk tersebut menjadi haram untuk dikonsumsi masyarakat muslim. Kehalalan produk obat-obatan yang beredar di Indonesia belum jelas karena bahan tambahan yang digunakan untuk membuat produk tersebut tidak tercantum dengan lengkap pada label. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan gelatin di dalam
obat kumur yang beredar di Indonesia menggunakan alat ATR-FTIR. Dua puluh satu sampel obat kumur dikumpulkan dan diidentifikasi menggunakan alat tersebut. Spektrum dari tiap sampel dibandingkan dengan standar gelatin babi dan sapi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan gelatin di dalam 15 dari 21 sampel obat kumur, tetapi asalnya tidak atau belum diketahui. Disimpulkan bahwa
kandungan gelatin terdapat di dalam sebagian besar obat kumur yang beredar di Indonesia. Identifikasi gelatin dengan ATR-FTIR sangat diperlukan untuk
mengetahui halal atau haramnya produk obat kumur sehingga aman dikonsumsi khususnya bagi umat Islam.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>S-120-KG</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S-120-KG</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran Gigi)</sublocation>
<shelfLocator>S-120-KG</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7988" url="http://digilib.yarsi.ac.id/4710/" path="/http://digilib.yarsi.ac.id/4710/" mimetype="text/uri-list">Identifikasi gelatin dalam obat kumur yang beredar di Indonesia menggunakan attenuated total reflection-fourier transform infrared (ATR-FTIR)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>22015</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-07-11 09:21:02</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-27 09:43:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>