<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21841">
<titleInfo>
<title>EFEKTIVITAS INJEKSI STEROID INTRATIMPANI PADA TULI MENDADAK DITINJAU DARI SUDUT PANDANG KEDOKTERAN DAN ISLAM</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAHMAYATI, ANISA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas YARSI</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Tuli mendadak adalah penurunan fungsi pendengaran lebih dari 30 dB sebanyak 3 kali berturut-turut selama 3 hari. Tuli mendadak adalah suatu kegawatdaruratan THT yang harus segera ditangani, dalam rangka mempercepat proses penyembuhan dan menghindari cacat yang menetap, salah satu terapi yang dianjurkan adalah kortikosteroid.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah membahas mengenai perbandingan efektivitas injeksi steroid intratimpani dengan sistemik pada tuli mendadak ditinjau dari sudut pandang kedokteran dan Islam.
Steroid intratimpani mampu memperbaiki ambang pendengaran lebih baik dan lebih cepat dari steroid sistemik, memperbaiki prognosis serta memperkecil risiko terjadinya efek samping berat dan berbahaya. Kombinasi steroid sistemik dengan intratimpani memberikan hasil yang lebih baik dari steroid tunggal.
Menurut pandangan Islam, terapi steroid merupakan salah satu pengobatan penyakit tuli mendadak yang sejalan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, atas dasar kecocokan dengan patofisiologi tuli mendadak, obat yang tidak mengandung zat yang diharamkan dan dikerjakan oleh dokter yang ahli, supaya dapat menghindari efek samping berbahaya dan memperbanyak maslahah.
Kedokteran dan Islam sependapat mengenai efektivitas terapi steroid intratimpani pada penderita tuli mendadak didasarkan atas mempertimbangkan terapi yang paling banyak manfaatnya dan paling sedikit mudharatnya. Dalam hal ini yaitu terapi steroid intratimpani yang lebih dipilih untuk memberikan berbagai maslahah.
Pasien disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala tuli mendadak; dokter disarankan untuk mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit tuli mendadak sesuai kompetensi; ulama disarankan untuk bekerja sama dengan dokter dalam membuat legalisasi dan sertifikat kehalalan pada semua obat farmakoterapi.</note>
<subject authority=""><topic>STEROID</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Sudden deafness</topic></subject>
<classification>S-6270-FK</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Universitas YARSI Library is the Brain and The Heart of The University</physicalLocation>
<shelfLocator>S-6270-FK</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S-6270-FK</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan 1 - Lt2 (Fakultas Kedokteran)</sublocation>
<shelfLocator>S-6270-FK</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="7861" url="http://digilib.yarsi.ac.id/4565/" path="/http://digilib.yarsi.ac.id/4565/" mimetype="text/uri-list">EFEKTIVITAS INJEKSI STEROID INTRATIMPANI PADA TULI MENDADAK DITINJAU DARI SUDUT PANDANG KEDOKTERAN DAN ISLAM</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>ANISA_RAHMAYATI.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>21841</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-07-05 13:21:12</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 11:32:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>